Sidoarjo Gandeng Korea Kembangkan Desa Mandiri Berbasis IT

0
365

Sidoarjo (beritajatim.com) – Bekerjasama dengan KLID (Korea Local Information research & Development Institute), Kabupaten Sidoarjo bakal mengembangkan desa mandiri berbasis Informasi Teknologi (IT) dalam mengangkat potensi lokal desa-desa di Kabupaten Sidoarjo.

Wujudkan kerjasama itu, mewakili Bupati Sidoarjo, Kepala Dinas PU Bina Marga Sigit Setyawan menandatangani nota kesepakatan (MoU) dngan Director KLID Mr Chris Kang di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (13/4/2016).

Sebelum MoU, kedua belah pihak memaparkan kondisi terkini terkait pemanfaatan IT untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Kerjasama ini untuk mewujudkan pembangunan dan pelayanan mengikuti perkembangan dengan menggunakan IT.

“Kami berharap Sidoarjo tidak ketinggalan dalam pemanfaatan IT dalam pelayanan publik. Program ini sudah diterapkan di negara Korea,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Sigit Setyawan.

Sigit menjelaskan, kerjasama dengan Korea ini sebagai pengembangan hasil pertemuan forum Citynet, jaringan kota-kota di Asia Pasifik, yang digelar di Hanoi, Vietnam, awal Maret lalu.

Saat itu, delegasi Kabupaten Sidoarjo, memaparkan konsep penanganan jalan rusak di Kabupaten Sidoarjo, yang menggunakan aplikasi M-Bonk, dimana masyarakat bisa melaporkan adanya jalan rusak melalui ponsel android.

“Dari situ (acara Citynet) kerjasama ini digagas, karena saat itu Mr Chris Kang (Direktur KLID) yang juga menjadi pembicara dalam forum itu, tertarik dengan aplikasi M-Bonk,” tambahnya.

Kabag Kerjasama Pemkab Sidoarjo Ari Suryono mengemukakan, kerjasama dengan Korea ini berbasis pemanfaatan dan pengembangan sistem IT, dengan mengembangkan desa berbasis IT. “Pemanfaatan IT ini untuk mengangkat potensi-potensi lokal desa, baik dalam sisi ekonomi, budaya dan sosial,” jelas Ari.

Director KLID menjelaskan, program ini nantinya, desa-desa di Kabupaten Sidoarjo bisa terhubung antar satu desa dengan lainnya, melalui internet. Itu sudah dilakukan oleh Korea dengan program bernama Information Network Village (INVIL). “Di website INVIL diantaranya memuat potensi-potensi desa dan produk-produk desa,” beber Mr Chris Kang, saat memaparkan program INVIL.

Kata Mr Chris Kang, website itu juga memuat film, musik, drama Korea yang bisa langsung diputar dan diakses dari Desa. “Di Korea, setiap Desa sudah dilengkapi optik internet,” beber Chris melalui penterjemah yang juga staf Bagian Kerjasama Pemkab Sidoarjo

Sumber :BeritaJatim.Com

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY