Rapat Siaga Kenaikan Harga Daging Sapi di Provinsi Jawa Timur

0
371

Beberapa minggu kebelakang telah terjadi keresahan masyarakat khususnya di daerah Jawa Timur mengenai kenaikan harga daging sapi yang sempat menyentuh harga Rp. 115.000,00 per-kg nya. Trend kenaikan harga semacam ini memang sering terjadi terutama menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan. Berdasarkan hal ini, pada Senin (23 Mei 2016) kemarin telah diadakan Rapat Siaga Kenaikan Harga Daging Sapi yang diselenggarakan oleh Biro Administrasi Perekonomian dengan mengundang beberapa stakeholders terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan, dan UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya.

Daging 1

Menurut keterangan Ibu Rohayati (Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur), suplai data yang diberikan oleh Petugas Informasi Pasar (PIP) dan dimuat di Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jawa Timur) menyatakan bahwa harga rata-rata daging sapi murni di Jawa Timur adalah Rp.102.000,00. Namun, kenyataan di pasar menunjukkan bahwa harga daging sapi yang sampai pada konsumen akhir mencapai Rp. 115.000,00 (dengan harga grosir Rp. 108.000,00). Ketidaksesuaian antara data Siskaperbapo dengan data di lapangan ini perlu segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Selain itu, data dari RPH (Rumah Potong Hewan) Surabaya juga menunjukkan bahwa harga daging sapi di tingkat konsumen saat ini (Mei 2016) adalah Rp. 115.000,00, naik Rp. 3.000,00 dari harga April yang hanya Rp. 112.000,00. Menurut RPH Surabaya, kenaikan harga ini bukan disebabkan karena kurangnya stok daging sapi yang beredar di masyarakat, karena pada dasarnya jumlah sapi yang dipotong selalu tetap di setiap bulannya. Dengan demikian kenaikan harga yang terjadi dapat diindikasikan sebagai spekulasi pasar yang dimainkan oleh para pengepul daging dengan asumsi permintaan masyarakat akan meningkat ketika mendekati Bulan Suci Ramadhan.

Daging 3

Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti permasalahan ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui SKPD-SKPD terkait akan melakukan pengawasan pasar terkait harga daging sapi yang terus meningkat. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan tindakan tegas bagi para pengepul daging yang sengaja menaikkan harga daging sapi demi mendapatkan keuntungan pribadi maupun kelompok. Selain itu, rapat ini juga menyepakati perlunya sinergi data antara BPS, Dinas Peternakan, dan SKPD terkait lainnya mengenai standar daging, telur, dan produk peternakan lainnya yang akan disurvei agar tidak terjadi ketidakcocokan data dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Semua hal ini dilakukan agar masyarakat Jawa Timur tidak semakin diresahkan karena meningkatnya berbagai bahan kebutuhan pokok menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan. (Tim PPID Biro Adm. Perekonomian)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY