Sikapi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Semester I 2017, Biro Adm. Perekonomian Adakan Rapat Konsolidasi

0
219

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan II 2017 mencapai 5,03% (y on y), angka ini sedikit di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya mencapai 5,01% pada periode yang sama, sementara secara kumulatif pada Semester I 2017 perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,21%. Perlambatan pertumbuhan ini disebabkan beberapa sektor mengalami pertumbuhan negatif yaitu antara lain : Sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan; Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, serta Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial yang masing-masing bernilai -0,42%, -4,77% dan -0,12%.
Merespon situasi yang terjadi, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Administrasi Perekonomian melakukan telaah yang dilakukan pada hari Rabu, 9 Agustus 2017, dengan menghadirkan Kepala BPS Jatim, Wakil Dekan I FEB Universitas Airlangga, Kantor Perwakilan BI Pov. Jatim, KPD KPPU Surabaya, serta OPD teknis di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rapat mengenai Analisis Perkembangan Kondisi Makro Ekonomi Triwulan II 2017, Profil Kemiskinan dan Gini Ratio Jawa Timur ini dilaksanakan di ruang rapat Biro Administrasi Perekonomian yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Administrasi Perekonomian.

Dari informasi yang diberikan oleh Kepala BPS Jatim, para peserta rapat mendapatkan informasi bahwa kontribusi komponen ekspor luar negeri pada semester I tahun 2017 mengalami pertumbuhan -14,61% (c-to-c) yang dipicu oleh penurunan ekspor non migas sebesar -10,07%. Penurunan ekspor tersebut disebabkan oleh penurunan nilai ekspor komoditas perhiasan/permata sebesar 46,85% dan komoditas ikan-udang turun sebesar 4,53% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Akan tetapi disisi lain kontribusi komponen net ekspor antar daerah pada semester I tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 80,39% (c-to-c) atau surplus Rp. 79,96 Triliyun dan masih berpotensi menguat seiring dengan optimisme Indeks Tendensi Konsumen (ITK) provinsi-provinsi mitra dagang Jawa Timur.
Wakil Dekan I FEB Unair, Dr. Rudi Purwono, memberikan saran tambahan bahwa metode transaksi penjualan produk perlu diubah ke arah yang lebih modern yaitu dengan memanfaatkan keunggulan e-commerce. Dengan demikian produk-produk unggulan Jawa Timur dapat dipasarkan secara lebih cepat dan tidak mengenal batas daerah. Pada kesempatan itu beberapa OPD teknis juga memberikan masukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur agar dapat mencapai angka 5,6% s.d. 5,8% pada akhir tahun 2017. Beberapa saran itu antara lain : perlunya mengembangkan daerah eko-wisata pantai sebagai alternatif income bagi nelayan yang tidak dapat melaut ketika cuaca buruk, perbaikan irigasi guna meningkatkan produktivitas hasil-hasil pertanian, meningkatkan kembali kapasitas ekspor Jawa Timur yang juga cenderung melesu pada Triwulan II 2017, serta dukungan pemerintah pada pembiayaan petani dan nelayan melalui akses perbankan dan perizinan yang lebih mudah.

Di penghujung acara, Kepala Biro Administrasi Perekonomian selaku pimpinan rapat menyampaikan clossing statement untuk menegaskan kembali apa yang harus dilakukan oleh para peserta setelah rapat berakhir.
“Tujuan rapat ini adalah untuk memformulasikan solusi praktis guna menumbuhkembangkan sektor-sektor yang masih lesu pertumbuhannya pada Triwulan II 2017 ini, maka diharapkan OPD terkait dapat berkomitmen kuat untuk terus men-support pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui improvisasi program-program di lapangan”, tandas beliau dengan tegas.

(Tim PPID Biro Adm. Perekonomian)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY